Kemenkes Bekali 10 Ribu Puskesmas di Indonesia Alat USG. Arga sumantri • 14 Desember 2023 22:41. Jakarta: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperbanyak alat Ultasonografi (USG) untuk Puskesmas di Indonesia pada 2023. Ini diharapkan bisa membantu mencegah kematian bayi saat proses melahirkan. Budi menjelaskan selama ini alat USG kandungan
Keberadaan Apoteker di Puskesmas Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien dan Turunkan Biaya Berobat 8 November 2020. Dr. Shah memberikan perspektif unik tentang inovasi dalam perawatan kesehatan hari ini. Apoteker seharusnya bisa lebih berperan di era revolusi industri 4.0 dan ikut bersama tim kesehatan lainnya dalam satu aplikasi digital.
Apoteker perlu merumuskan strategi dan inovasi dalam menghadapi pandemi ini untuk memberikan pelayanan kefarmasian kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak, pelayanan
PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Petugas Puskesmas Pagelaran, Pandeglang, melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) terhadap munculnya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menyerang sejumlah warga di Desa Montor.. Dari hasil PE tersebut, jumlah warga yang terserang DBD bukan hanya 5 orang, tapi sebanyak 7 orang selama kurun waktu pekan terakhir ini.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melakukan inovasi terhadap alat USG di 10 ribu Puskesmas Indonesia. Sebab, kanker payudara dan jantung menjadi dua penyakit yang paling banyak angka
Banjarbaru (ANTARA) - Seorang apoteker dari Puskesmas Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan apt. Mega Silviana, S.Farm menciptakan kegiatan "Princes M-Bungas", program inovasi mencegah stunting melalui "chatbot", edukasi digital, dan gerakan apoteker anti-stunting pada remaja, wanita hamil dan ibu menyusui.
Hasilnya, ada 40 karya inovasi yang terkumpul dari berbagai daerah termasuk Riau, Kalimantan, Sulawesi, bahkan Papua. Ia juga mengatakan inovasi dari puskesmas-puskesmas tersebut beragam, tak hanya soal layanan jemput bola atau pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah yang banyak dilakukan terutama sejak pandemi COVID-19.
Pemberian informasi obat termasuk ke dalam bentuk edukasi obat yang dapat dilakukan oleh apoteker Puskesmas. Pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini, kegiatan edukasi obat oleh apoteker Puskesmas tidak dapat dilakukan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, apoteker Puskesmas perlu melakukan inovasi agar kegiatan edukasi tetap bisa terlaksana.
Kegiatan pengelolaan obat yang komprehensif sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di puskesmas sudah diterapkan di 96,7% puskesmas yang memiliki apoteker.
farmasetika.com - Di tengah era disruptif pelayanan kesehatan Indonesia, dibutuhkan inovasi farmasi klinik untuk meningkatkan kualitas terapi obat dalam pelayanan kesehatan. Selain penerapan teknologi, dibutuhkan eksistensi sumber daya manusia profesi apoteker mengingat profesi ini merupakan garda terdepan dalam mengawal terapi obat yang
Program Inovasi Farmasi Peduli Pelanggan (MASLINGGAN) ini berorientasi dan berfokus pada wawancara, saling tukar informasi dan monitoring terhadap pasien yang telah diberikan terapi obat di puskesmas melalui media tekhnologi informasi, baik melalui sarana SMS, telepon maupun media Whatsapp dalam pelaksanaan kegiatannya, yang diharapkan dapat
Dalam menentukan kesesuaian jenis obat dalam terapi penyakit yang dibutuhkan maka harus tetap mengacu pada pedoman pengobatan yang sering digunakan oleh dokter di puskesmas dengan cara membuat daftar obat yang digunakan dalam terapi, serta membuat daftar obat yang tersedia di puskesmas (Satibi, 2014).
Inovasi demi Pasien Puskesmas. Date 26 Juni 2011. Mengalami kesulitan membaca tulisan dokter pada secarik resep menjadikan Irma Melyani Puspitasari (32) yang saat itu menjadi apoteker bertekad membuat perubahan. Resep tidak harus identik dengan tulisan steno—atau acak-acakan—dari para dokter yang hanya bisa dibaca oleh segelintir orang.
menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, yang merupakan tolak ukur dn pedoman penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di Puskesmas oleh tenaga kefarmasian (Kemenkes RI, 2016). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kinerja apoteker di Puskesmas Kota Banjarmasin dalam melakukan pelayanan farmasi klinik.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kesesuaian antara ketersediaan dan kebutuhan obat pada Puskesmas dengan pengelolaan yang dilakukan oleh apoteker lebih baik dari pada yang dikelola oleh selain apoteker, yaitu mencapai 90% untuk ketersediaan obat yang dikelola oleh apoteker dan 70% untuk yang dikelola oleh selain apoteker.
21Ht.
inovasi apoteker di puskesmas